Manado– Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, bakal menggelar festival wisata dengan jangka waktu yang panjang yakni selama tahun 2017 ini. Ini diharapkan, akan meningkatkan minat para wisatawan untuk berkunjung ke daerah yang menjadi lokasi puncak Natal Nasional Desember 2016 lalu.

Kegiatan festival ini sendiri, tak hanya melulu kegiatan bersifat seremonial, tetapi juga mengajak para wisatawan untuk melihat secara langsung objek wisata yang ada di Kabupaten Minahasa, termasuk peninggalan-peninggalan kuno dari jaman lalu.

pantai-lakban-ratatotok

“Januari ini akan dibuka dengan Festival Benteng Moraya. Dilanjutkan Seminar Sejarah dan Budaya Minahasa di Februari dan Festival Taman God Bless Minahasa pada Maret ,” tutur Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Minahasa Agustivo Tumundo.

Menurut Tumundo, pada April yang juga bertepatan dengan peringatan Paskah, Kabupaten Minahasa juga akan menggelar Festival Selebrasi Paskah yang dilanjutkan dengan Festival Minahasa pada Mei.

“Nah, Juni akan digelar Festival Jaton. Jaton sendiri adalah kependekan dari Jawa Tondano dimana lokasi itu merupakan kelurahan yang seluruh penduduknya beragama Islam . Sementara Kabupaten Minahasa mayoritas penduduknya beragama nasrani,” tutur Tumondo.

Berturut-turut setelah itu adalah Festival Bukit Kasih pada Juli, Gebyar Proklamasi RI ke-72 pada Agustus, Festival Pantai Mahembang pada September, Festival Danau Tondano, Gebyar Hari Jadi Minahasa ke-589 dan Wonderful Christmas pada Desember.

Menurut Tumundo program wisata bertajuk Pesona Minahasa 2017 , ini juga agenda andalan Pemkab Minahasa dalam mendukung program Gubernur Suawesi Utara Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw, yang akan menjadikan pariwisata sebagai sektor unggulan dan motor dalam upaya pengentasan kemiskinan serta dalam penciptaan lapangan kerja.

Ditambahkan juga bahwa objek wisata bersejarah di Minahasa akan dieksplor.

Iklan